Melihat Dunia Global saat Kunjungan GE di Sekolah Islam Internasional Malaysia
bintangcendekia.sch.id | PEKANBARU — Usai shalat Subuh, murid-murid level lima SD Islam dan Leadership Bintang Cendekia berkumpul di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Rabu, 12 November 2025. Semangat mengikuti kegiatan Global Experience (GE) ke Kuala Lumpur, Malaysia terpancar dari wajah mereka, begitu pula orang tua yang melepas keberangkatan.
Saat melepas keberangkatan, Kepala SD Islam dan Leadership Bintang Cendekia, Bapak Muhammad Iqbal, M.Psi mengatakan kegiatan GE ini akan menjadi pengalaman bagi murid-murid level lima, karena bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi ini wisata yang penuh edukasi.
Global Experience ini mengusung tema good man for good civilization. Kegiatan ini akan memberikan pengalaman langsung kepada murid-murid level lima Bintang Cendekia dalam melakukan perjalanan ke suatu negara, yang mana mereka diharapkan mampu mengidentifikasi klasifikasi pengertian peradaban maju menurut Islam dan menurut pandangan dunia.
Setibanya di Badara Internasional Kuala Lumpur, peserta bertolak ke Aquaria KLCC, bagai menjelajahi terowongan bawah laut terpanjang di Malaysia yang memamerkan Penyu Hijau, Hiu Macan Pasir, dan Kerapu Raksasa dan 5.000 satwa darat dan air lainnya. Setelah itu mengujungi arena percobaan sains dan teknologi di museum Petrosains.
Subuh di perjalanan hari ke dua pun tiba, Kamis, 13 November 2025. Murid-murid bergegas dari penginapan menuju Mesjid Jamek Sultan Abdul Samad. Peserta GE mengawali perjalan hari ke dua dengan shalat Subuh di Masjid Jamek Sultan Abdul Samad, Sultan Selangor keempat. Masjid Jamek yang berciri khas arsitektur Moorish atau Mughal India ini, memiliki area salat di ruang terbuka yang mirip dengan masjid Nabawi di Madinah.
Kunjungan berikutnya menuju Sekolah Rendah Setia Budi, bagian dari Internasional Islamic School Malaysia (IISM), dibawah naungan Internasional Islamic University Malaysia (IIUM) yang memiliki dua fokus kurikulum, yaitu Internasional Islamic School dan sekolah Setia Budi dengan kurikulum nasional. Sekolah ini memiliki murid dari 80 negara di dunia. IISM menjadi tempat menuntut ilmu pilihan bagi sebagian anak muslim dunia.
Tiba di sekolah tujuan tepat di jam 09.00 sesuai waktu yang disepakati. Peserta GE disambut hangat murid-murid tingkat tiga dan empat Sekolah Rendah Setia Budi IISM. Murid Bintang Cendekia berkesempatan menonton penampilan Dikir Barat yang sangat menarik, yang menyajikan alunan musik Rebana, Marakas dan Canang, serta Syair berupa petuah atau nasihat untuk menjaga silaturahmi.
“Mengakhiri kunjungan kali ini kami mendapatkan sambutan hangat kakak kelas kepada adik-adiknya. Bertemu dengan salah satu alumni Sekolah Bintang Cendekia yang sedang sekolah di tingkat SMA,” ujar ibu Nurtaniawati selaku Dewan Pengarah Yayasan Bintang Cendekia yang langsung ikut mendampingi perogram ini.
Usai kunjungan di sekolah, rombongan menuju museum seni Islam terbesar di Asia Tenggara, Islamic Art Museum yang memiliki koleksi lebih dari tujuh ribu artefak dari dunia Islam. Museum ini menjadi salah satu destinasi yang penting untuk dikunjungi untuk mengenal perkembangan dan kejayaan Islam di dunia.
Di Islamic Art Museum ini peserta berkeliling dan melihat berbagai koleksi seperti replika dari Masjidil Haram, Makkah yang berukuran besar. Selain itu terdapat juga aneka keramik, perhiasan di masa dahulu, manuskrip Al-Qur’an dari yang paling kecil hingga besar, dan kain serta koin bersejarah yang dipakai saat peradaban kekaisaran Islam.
Lawatan di hari terakhir, Jumat, 14 November 2025, peserta melihat-lihat rekam peradaban Melayu di Museum Melayu yang terdapat di komplek Museum Negara Malaysia. Bangunan museum tampak bercirikan istana Melayu tradisional negara bagian Terengganu. Pada bagian depan museum terpasang dinding mosaik yang menceritakan kegiatan ekonomi, adat istiadat, dan budaya tradisional orang Melayu Malaysia.
Program GE ini juga dirancang untuk pembiasaan adab murid saat bepergian (musafir) dan melatih disiplin, serta menjadi sarana mengasah dan mengaplikasikan leadership skill. Leadership yang dimaksud seperti bersabar mengikuti kegiatan, melatih dan membudayakan antri, menjaga kebersihan, mandiri, berkomunikasi, manajemen waktu, kerjasama dan belajar dengan mencari informasi secara langsung. ***
Penulis: Abdul Hamid
