Murid SD Bintang Cendekia Hasilkan Berbagai Proyek Akhir di Term Dua
bintangcendekia.sch.id | PEKANBARU — Mengakhiri term dua tahun ajaran 2025/2026, murid-murid SD Islam dan Leadership Bintang Cendekia membuat berbagai proyek akhir yang menjadi bagian dari kurikulum leadership. Setiap level membuat hasil karya sesuai tema pembelajaran masing-masing sebagai bentuk penerapan ilmu, kreativitas, dan nilai-nilai Islam dalam karya nyata.
Dengan tema Aku Bisa Karena Allah, murid level satu membuat lampu hias dari botol bekas, kawat bulu warna-warni, dan lampu kecil. Proyek ini mengajarkan bahwa kesungguhan dalam berusaha akan membuahkan hasil. Murid melubangi tutup botol, memasukkan lampu, menempelkan dengan lem tembak dibantu ustazah, lalu menghias dengan kawat bulu. Lampu hias yang selesai menjadi bentuk kreativitas sekaligus produk yang bisa digunakan di rumah.
Mengangkat tema Muroqobatullah, kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi, murid level dua membuat kemoceng dari tali rafia dan tongkat rotan. Proyek ini mengajarkan kejujuran, disiplin, serta kaitannya dengan thaharah dan menjaga kebersihan sebagaimana diperintahkan dalam Islam. Selain melatih motorik, pembuatan kemoceng juga menjadi bentuk pemanfaatan bahan sederhana agar tidak menjadi limbah.
Murid level tiga membuat pigura foto menggunakan sedotan plastik, kardus, dan dekorasi kertas glitter. Pigura ini dapat dipajang sebagai pengingat momen berharga sekaligus penerapan pembelajaran tentang hak dan kewajiban sebagai makhluk hidup yang saling menjaga dan menghargai. Dengan tema penghematan energi, murid level empat membuat Water Candle, lilin berbahan dasar air yang hanya membutuhkan sedikit minyak.
Mengutip Surah Nuh ayat 16 tentang cahaya dan pelita, proyek ini mengajarkan murid tentang kreativitas, sains sederhana, dan pentingnya menjaga sumber daya. Lilin dibuat menggunakan gelas kaca, air, minyak goreng, dekorasi, dan cotton bud yang berfungsi sebagai sumbu.
Murid level lima membuat proyek akhir berupa laporan dan paparan hasil Global Experience mereka saat berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia pada awal November lalu. Dengan tema Good Man for Good Civilization, murid belajar bahwa manusia diciptakan tidak hanya untuk menjadi baik bagi dirinya sendiri, tetapi juga baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Mereka menelusuri tempat-tempat bersejarah dan modern, mencari informasi dari berbagai sumber, lalu merangkumnya menjadi pembelajaran hidup sebagaimana pesan Al-Mulk ayat 15 tentang menjelajahi bumi.
Bagi Murid level enam proyek akhirnya membuat biografi tokoh muslim perkelompok yang nanti akan dipresentasikansaat SLC. Para murid mulai membuatnya dengan resume tulis tangan terkait dengan tokoh yang dipilih, kemudian secara berkelompok membuat presentasi powerpoint, dan ini bagian dari Standar Kriteria Lulusan dalam bidang bahasa Indonesia, mereka mencari nilai keteladan dari tokoh tersebut. Hal ini bertujuan agar murid mampu meneladani tokoh inspiratif muslim serta menerapkan dalam kehidupan sehari hari.***
Penulis: Abdul Hamid
